Hasil Liga Inggris 11-12 Februari 2012

Minggu, 12 Februari 2012 | 0 komentar

Sebuah Penelitian Sistem Kerja Otak Messi

Sabtu, 11 Februari 2012 | 0 komentar

Sebuah Penelitian Sistem Kerja Otak Messi

 Melihat Lionel Messi dengan lincahnya menggocek bola  melewati sudut-sudut sempit pertahanan lawan meski dikawal satu hinggal empat pemain adalah pemandangan menakjubkan dalam sepak bola. Seolah-olah mempunyai indra keenam dan mata di belakang kepalanya.


Baru-baru ini, ada dua orang peneliti ternama yang meneliti ada "kekuatan" apa dengan Messi dari sudut pandang ilmiah. Mereka berdu adalahNorbert Hagemann dari University of Kassel Jerman dan Daniel Kahnemann, seorang psikolog olahraga.


"Kami tertarik meneliti mekanisme yang mendasari kinerja otak dalam olahraga," ucap Profesor Norbert Hagemann di sebuah artikel di UEFA.com.


Messi tidak hanya melihat apa yang ada di lapangan sepak bola. Messi bagaikan pemburu yang terlatih, dia mampu memperoleh informasi situasi lebih dari sekelilingnya dibanding pemain yang kurang terampil.


Para ilmuwan percaya bahwa pemain dengan yang diberkati bakat alami di sepak bola mempunyai 'mitos' indra keenam.


Namun, kemampuan untuk melihat lebih dalam setiap situasi ini tidak hanya untuk bakat bawaan. Pengalaman juga. Pemain dengan skill rendah dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang permainan dengan memperoleh basis pengetahuan yang lebih besar.


Awalnya, para peneliti percaya bahwa pemain terbaik memiliki rentang visual yang lebih luas yang memungkinkan mereka untuk melihat lebih sisi lapangan dan posisi  lawan dan setim pada satu waktu daripada pemain kurang terampil.


Untuk menguji keyakinan ini, mereka mempelajari cara bermain pemain amatir diberbagai situasi sepak bola. Namun, hasilnya benar-benar bertentangan teori.


"Para pemain yang kurang terampil harus mempelajari struktur bermain, pola-pola gerakan dan seterusnya. Mereka harus membangun basis pengetahuan yang membantu mereka menemukan informasi yang relevan dalam situasi saat ini", kata Prof Hagemann.


Yang membedakan adalah bagaimana cara Messi memandang keadaan.


Messi gambarkan sebagai pecatur yang melihat papan catur tidak hanya berupa 64 kotak hitam putih, tetapi berupa lima atau enam potongan kotak yang bisa dirangkai atau dirombak sesuai dengan imajinasi otak.


"Pemain sepak bola terbaik sudah tahu apa yang akan terjadi maka mereka akan tahu bagaimana mengarahkan perhatian mereka," ujar Hagemann


Pada akhirnya, semua sepakat bahwa pemain sekaliber Lionel Messi merupakan seorang “pengambil keputusan” dan pemecah kebuntuan di lapangan. Mereka yang sekaliber Messi memiliki berbagai cara efektif untuk mengatasi strategi yang telah dirancang oleh pihak lawan.


Masih ingat dengan EL Clasico edisi Copa del Rey beberapa waktu lalu?  Bagaimana dia mampu mengatasi masalah di babak kedua, ketika di babak pertama dia sempat tak berkutik, pada akhirnya dia melahirkan sebuah assist yang skill full dengan melewati area 6 pemain tangguh Real Madrid untuk gol kemenangan dari Eric Abidal.


Kita tunggu saja kinerja otak Messi selanjutnya di pertandingan Liga Champions 15 Februari ini. 

PSSI Akui Belum Temukan Solusi Dualisme Kompetisi

| 0 komentar

PSSI Akui Belum Temukan Solusi Dualisme Kompetisi

 Persoalan dualisme kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air, antara kompetisi yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dan PT Liga Indonesia (Pt LI), belum menemukan solusinya. Jalan keluar dari polemik tersebut, semula digadang-gadang dapat diperoleh melalui Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (09/2).

"Sejak semula, PSSI selalu berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan dualisme kompetisi tersebut. Namun, kami belum menentukan mekanismenya yang tepat. Hanya saja, pada prinsipnya, pengelolaan kompetisi nantinya tetap harus di bawah kendali PSSI atau PT LPIS. Karena, pemegang saham mayoritas adalah PSSI," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, kepada Bola.net, di Hotel Crowne Plaza, Kamis (09/2) pukul 22.15 WIB.

Karena itu, dilanjutkan Djohar, akan kembali dibahas lebih lanjut dalam Rapat Exco jilid II di Jakarta, pada 17 Februari. Sebab, dipaparkannya, bukan perkara mudah untuk menggabungkan dua pelaksana kompetisi menjadi satu.

Munculnya penggabungan pelaksana kompetisi, merupakan ide dari Menpora,Andi Mallarangeng. Semula, Andi meminta agar PSSI mengakui adanya kompetisi ISL dan Divisi Utama yang diputar PT LI.

"Dengan mengedepankan asas kebersamaan, PSSI juga terus berupaya mencari solusi. PSSI terbuka kepada semua pihak yang dapat memberikan pemikiran-pemikiran akan penyelesaian hal tersebut," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Djohar juga memaparkan jika PSSI masih belum menentukan lokasi pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI 2012. Dia beralasan, masih mencari lokasi yang memiliki daya tampung besar agar membuat para peserta nyaman.

"Kita juga memikirkan bagaimana transportasinya, mudah dijangkau atau tidak, lalu diharapkan dekat dengan fasilitas-fasilitas penunjang Kongres dan lain sebagainya," tuntasnya. (esa/end)
 
© Copyright 2010-2011 HOOLIGANS 77 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.